PTN dan PTS Saling Bersaing, Menristekdikti Minta Tetap Akur

aptisi.or.id, TangerangMenristekdikti mendorong Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk bersinergi demi meningkatkan daya saing bangsa. Jangan sampai antara PTN dan PTS saling bermusuhan karena merasa berbeda, Mohamad Nasir.

Nasir mengatakan banyak peluang kerja sama yang bisa dibangun antara PTN dan PTS. Misalnya dalam bidang riset, publikasi, magang dosen, pengabdian kepada masyarakat, program kreativitas mahasiswa, inkubator inovasi, pendidikan anti korupsi, dan gerakan anti radikalisme.

“Sinergi akan meningkatkan mutu Perguruan Tinggi secara lebih merata, muaranya adalah meningkatnya daya saing bangsa. PTN dan PTS itu sama, bedanya hanya sumber dana pengelolaan. PTS dengan akreditasi A sama nilainya dengan PTN dengan akreditasi A,” jelas Nasir dalam kunjungan kerjanya, Yogyakarta. Sabtu (11/11).

Selama ini banyak PTS merasa dianaktirikan pemerintah karena kurangnya bantuan dana pusat. Alhasil banyak PTS yang statusnya mati segan hidup pun tak mau. Pada kesempatan ini dia memberikan apresiasi atas perkembangan positif kualitas perguruan tinggi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Yogyakarta memiliki tiga PTN dengan akreditasi A yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan UIN Yogyakarta. Selain itu ada lima PTS dengan akreditasi A.

Sedangkan di Jawa Tengah ada empat PTN dengan akreditasi A yaitu Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret, dan Politeknik Negeri Semarang. PTS dengan akreditasi A di Jawa Tengah ada empat PTS.

Dalam kunjungan kerja kali ini Menteri Nasir uga berkesempatan melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan gedung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Pembangunan gedung ini merupakan salah satu dari proyek IDB 7 in 1. Nasir berharap agar pembangunan gedung dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

 

Sumber : https://www.jpnn.com/news/menristekdikti-minta-ptn-dan-pts-jangan-musuhan?page=2

9 thoughts on “PTN dan PTS Saling Bersaing, Menristekdikti Minta Tetap Akur”

  1. pembahasan berat ni.. ga terlalu paham isinya,
    menurut saya,daya saing memanglah menjadi hal penting dalam memenangkan kompetisi .maka dari itu didiklah diri sekeras mungkin, karena persaingan di luar sana lebih keras ..

  2. semoga PTN dan PTS dapat sama-sama menjadikan generasi bangsa yang lebih baik. karena beberapa tujuan mahasiswa setelah lulus adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan sesuai, tetapi jika tidak diimbangi dengan skill yang dimilikinya maka akan sama aja. jadi sebagus apapun perguruan tinggi tidak akan selalu mengedepankan masalah akademik maupun non-akademik dan tergantung kepada lulusannya tersebut.

  3. Intinya jangan sampai ada permusuhan antara PTN dan PTS dalam bersaing,tapi kalau bersaing dengan secara sehat boleh-boleh aja asalakn jangan tidak sehat karena PTN dan PTS sama-sama memiliki niat untuk membangun bangsa Indonesia lebih maju lagi dan lebih baik lagi..

  4. Kita seharusnya bersatu untuk sama-sama memajukan negara ini bukan malah bersaing karena beda merk, antar PTN dan PTS karena tujuannya sama untuk membangun SDM indonesia yang lebih berkualitas agar bangsa kita tidak kalah saing, karena dengan bersatunya kita maka kita bisa saling bertukar pikiran dan menciptakan sebuah ide-ide yang cemerlang untuk kemajuan bangsa dan tanah air kita.

  5. menurut saya si memang ketat karena lulusan sma/smk kebayakan memilih perguruan tinggi negeri dari pada perguruan swasta

  6. initi dari pembahasan diatas tidak ada perbedaan atara PTS dan PTN karna sama-untuk menimba ilimu dan walaupun PTS jika akriditasi nya A sama seperti PTN dengan akriditasi A . Jadi tidak ada perbedaan

  7. Dalam artikel yang saya baca diatas.
    menurut saya sendiri persaingan diatas sangat luar biasa dalam kompetisi. maka dari itu kita harus siap dan rajin belajar untuk mengahadapi persaingan yang sangat keras.

  8. Memang diharuskannya PTS dan PTN itu terjalin kerja sama dalam bidang bidang riset, publikasi, magang dosen, pengabdian kepada masyarakat, program kreativitas mahasiswa, inkubator inovasi, pendidikan anti korupsi, dan gerakan anti radikalisme. Dengan tujuan memajukan bangsa, meskipun terdapat persaingan itu bukan berarti saling memecah belah antara keduanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *