Kampus Harus Tingkatkan Inovasi Dalam Berkompetisi

aptisi.or.id, Tangerang – Kampus harus melakukan terobosan baru supaya unggul dalam persaingan di era global, yang disebut oleh Mohamad Nasir (Menristekdikti) sebagai era ‘disruptive innovation’. Pada era ini, Perguruan Tinggi harus mampu menciptakan inovasi agar tahan banting dalam berkompetisi.

Nasir berpesan kepada ribuan mahasiswa yang mengikuti kuliah umum di Unpam agar bisa menjadi mahasiswa yang berkualitas dan menjadi lulusan terbaik. “Perguruan tinggi yang besar tidak dilihat dari kampusnya yang besar atau mahasiswanya yang banyak. Kampus yang besar dan akan menang dalam kompetisi adalah kampus yang berinovasi,” ucap Nasir saat memberikan Kuliah Umum dengan tema “Meraih Prestasi Demi Membangun Daya Saing Bangsa Menuju Keunggulan Kompetitor” – Universitas Pamulang (Unpam), Jumat (8/12/2017).

Nasir menjelaskan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global tahun ini memang meningkat ke peringkat 36 dari peringkat 41. Menurutnya hal yang masih perlu didorong adalah skill (keterampilan) dan tenaga yang berkualifikasi (qualified worker) di Indonesia yang masih rendah.

“Skill worker atau qualified worker bisa baik kalau punya inovasi,” tambahnya. Namun dalam World Competitiveness Forum, Technology Readiness Level (TRL) atau tingkat kesiapan teknologi juga masih rendah. Dengan itu Nasir mendorong Perguruan Tinggi agar bisa lebih berkualitas sehingga daya saing global pun meningkat.

Nasir berharap Unpam sebagai Perguruan Tinggi dengan jumlah mahasiswa yang besar, mencapai angka 50.000, untuk melakukan riset dan menghasilkan inovasi yang berlimpah.

“Kami pasti akan membantu dan memfasilitasi. Apalagi Unpam dekat dengan Puspiptek, resources kami disana luar biasa, pintar-pintar semua, laboratoriumnya terbaik di Indonesia,” tegas Nasir.

Rektor Unpam, Dayat Hidayat mengungkapkan adanya beberapa terobosan yang telah dilakukan di universitasnya. Diantaranya, sukses mewujudkan misi Unpam sebagai lembaga pendidikan tinggi yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dengan biaya terjangkau, tetap menjaga kualitas.

“Unpam Universitas yang murah tapi bukan murahan, murah yang mampu mencetak produk anak bangsa yang berkualitas. Tidak semata-mata cerdas intelektualnya tapi emosional dan spiritualnya”, tegasnya.

“Lulusan terbaik bukan hanya diciptakan dari kampus-kampus hebat. Di era ‘disruptive innovation’, kampus yang hebat pun nantinya jika tidak berinovasi maka tidak bisa bersaing,” tutup Nasir.

 

Sumber : https://ristekdikti.go.id/

2 Comments Posted

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*