Foto by : http://www.nusabali.com

Dr Ir Luthfi Hasan MS, Kembali Pimpin ABP-PTSI DIY

aptisi.or.id, Jakarta – Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 Asosiasi Badan Penyelenggara (ABP) Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (PTSI) DIY berlangsung di Hotel Grand Inna Malioboro, pada Senin (09/04/2018). Ir Teguh Wiyono BP MM, selaku Sekretaris ABP-PTSI DIY mengatakan, sebagaimana Muswil dilakukan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, organisasi, program kerja dan pemilihan ketua periode 2018-2022. Muswil tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X. 

”Ketua sebelumnya, Pak Dr Ir Luthfi Hasan MS,  terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua ABP-PTSI DIY periode 2018-2020.” ucap sekretaris ABP-PYSI itu.

Terlihat hadir Dr Ir Lutfie Hasan MS (Ketua ABP-PTSI DIY periode 2014- 2018), Prof Dr Thomas Suyatno (Ketua ABP-PTSI Pusat), Dr Bambang Supriyadi DEA (Koordinator Kopertis Wilayah V). Dalam kesempatan itu dilakukan dialog interaktif bertajuk ‘Kebijakan Pemerintah dan Tantangan dalam Penyelenggaraan PTS’ oleh Agus Indarjo dari Kemenristekdikti.

Paku Alam X saat membacakan sambutan tertulis Gubernur DIY Sultan HB X menyatakan, masalah pendidikan adalah komitmen. Pendidikan dibutuhkan peran aktif perguruan tinggi untuk kesejahteraan dan mengangkat martabat.

Gubernur DIY menyambut baik dari Muswil ini. Harapannya dapat memunculkan sesuatu yang aspiratif, baik untuk kualitas dan kemajuan PTS, bersinergi dengan PTN maupun Perguruan Tinggi Asing (PTA). ”Kami ingatkan, menjaga mutu dan lulusan kewajiban PTS tidak boleh ditinggalkan.” terangnya.

Sedangkan Dr Luthfi Hasan dalam sambutan antara lain mengatakan, mengelola PTS menghadapi tantangan luar biasa. Penguatan yayasan sangat penting. Misalnya soal dana, SDM, legal dan nilai. ”Yayasan harus kuat culture value,” ucapnya.

Sementara itu, Prof Dr Thomas Suyatno mengatakan, waktu berdiri ABP-PTSI keberadaan yayasan pendidikan terancam. Tantangan yang terberat yaitu pajak yayasan, Pajak Bumi Bangunan (PBB).

“PBB penyelenggara pendidikan memberatkan. Selayaknya, PBB untuk penyelenggara pendidikan seperti tempat ibadah tidak dipajaki.” ujarnya.

Secara singkat, Bambang Supriyadi mengingatkan, PTS jangan sampai ribut. Jaga komunikasi intensif PTS dengan yayasan. Harapan lainnya, PTS tetap unggul, baik kualitas maupun kuantitas.

 

Sumber : DISINI 

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*