Universitas Ahmad Dahlan Tembus Sepuluh Besar Perguruan Tinggi Indonesia

aptisi.or.id. jakarta – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menduduki peringkat ke-11 dalam pemeringkatan nasional versi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti), pada Science and Technology Index (Sinta). Hasil ini menempatkan UAD sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik se-Indonesia tahun 2018.

Tidak lupa ucapan rasa syukur diucapkan oleh Rektor UAD, “Kita sangat bersyukur atas hasil terbaik ini,” jelas Rektor UAD Kasiyarno, Rabu (6/6/2018).

Sinta adalah sistem berbasis web yang dimiliki Kemenristekdikti untuk membuat peringkat perguruan tinggi dan non perguruan tinggi yang memetakan kepakaran dosen/peneliti dan merangking kinerja jurnal nasional dan international yang ada di Indonesia. Sinta juga menawarkan akses mudah cepat dan komprehensif ke seluruh jurnal yang terdaftar di Indonesia. Tidak hanya itu, Sinta juga memberikan informasi bencmark atar lembaga kolaborasi, analisis trend penelitian dan direktori pakar.

Pada pemeringkatan ini, UAD memperoleh skor 11.306 mengalahkan banyak perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Secara nasional, UAD juga menduduki peringkat 10 perguruan tinggi, karena salah satu yang menduduki peringkat adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bukan merupakan perguruan tinggi. Prestasi ini hanya kalah dengan Perguruan Tinggi negeri besar, seperti UGM, UI, ITB, IPB, Undip, UPI, Unpad, dan UTS serta Universitas Brawijaya.

“Tahun ini UAD juga masuk top ten Perguruan Tinggi Indonesia berdasarkan jumlah sitasi menurut google scholar yang ada di pemeringakatan Sinta,” jelas Kasiyarno.

Pada top 50 dosen/peneliti terbaik Indonesia, UAD juga mampu menorehkan prestasinya. Dosen yang juga peneliti Tole Sutikno masuk di peringkat 26 sekaligus dosen terbaik Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia.

Pada Sepuluh Besar Jurnal Terbaik Indonesia 2018, Jurnal Telkomnika Telecommunication Computing Electronics and Control, juga kokoh berada di puncak di antaranya jurnal yang dikelola PTN dan PTS.

“Kita terus mendorong agar semua dosen dan peneliti melakukan penelitian dan mempublikasikan,” jelas Kasiyarno.

Sementara itu Kepala Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) UAD Tole Sutikno mengatakan prestasi dan pencapaian UAD di 2018 ini merupakan torehan terbaik sepanjang sejarah. UAD mampu berkontribusi dengan berkarya nyata demi kemajuan bangsa.

“Saya rasa ini menjadi cambuk untuk berkinerja lebih baik lagi untuk kedepannya,” jelas Tole.

Sumber: DISINI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*