Bagaimana Berorganisasi di APTISI?

aptisiorid.wpengine.com, Tangerang – Acara silaturahmi dan pembekalan calon pengurus APTISI Wilayah IV-B/Banten banyak diberikan pengalaman-pengalaman dalam mengelola Perguruan Tinggi Swasta (PTS)  dan bagaimana berorganisasi di APTISI.

Dalam acara tersebut, Prof. Dr. H. Eddy Jusuf (Ketua APTISI Jawa Barat) sebagai pembicara.

Salah satu penghargaan dari beberapa Perguruan Tinggi  di Indonesia-Makassar dari 1600 PTN dan PTS yg sudah mengimplementasikan Standar Pendidikan Indonesia (SPI)  dikerucutkan menjadi 13 PTN dan PTS.  Dari standar nasional pendidikan tinggi ada 3 (tiga), yaitu Standar Nilai Peniidikan, Penelitian dan Pengabdian masyarakat. Masing-masing standar mempunyai 8 komponen. Jika ditotalkan standar minimal ada 24 yang bertujuan agar bagaimana bisa melampaui dari jumlah yang ditentukan.

“Yang jelas cikal bakal STMIK harus ada komitmen yang kuat dari Pimpinan Perguruan Tingginya, karena kalau tidak ada komitmen yang kuat tim nya tidak akan jalan.” Menurut Eddy di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (28/9/17).

Dekatnya wilayah IV-B  dengan Pemerintah Daerah dan DPRD, membantu sekali terhadap perkembangan PTS-nya. Namun, rata-rata mendapat bantuan per tahun 140 miliar untuk  327 PTS dibagi rata Perguruan Tinggi besar dan kecil khususnya wilayah Jawa Barat.

Selain itu, Eddy juga memberikan pengalamannya dalam berorganisasi di APTISI. “Orang mau masuk organisasi itu biasanya bertanya dulu apa manfaatnya buat kami? Oleh karena itu, untuk pengurus Wilayah IV-B dan harus bisa memberikan kegiatan-kegiatan yang bisa mendidik para anggotanya, sehingga seluruh PTS yang berjumlah 150 lebih masuk menjadi terdepan di wilayah APTISI IV-B dan terasa jadi ada manfatnya masuk APTISI.” ucapnya.

Harapan beliau, sejalan dengan pengembangan PTS, dengan masuknya pengurus  APTISI minimal pencapaian akan informasi menjadi lebih cepat. Minimal dalam 2 (dua) bulan sekali diadakan pertemuan rutin dengan Menristekdikti dan Kopertis 1-14 se Indonesia, seperti halnya APTISI Pusat. Dengan rutinya pertemuan tersebut, informasi-informasi  lebih cepat diterima hingga ke daerah-daerah. Demikian juga ketika ada hal yg mengganjal, bisa dibicarakan dengan Kopertis 10, dan kopertis yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*