Pengembangan Ekosistem Reka Cipta, Perkuat Kerjasama Antar Indonesia Dan Jepang

aptisi.or.id, Tangerang – Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang memperkuat kerjasamanya di bidang pengembangan ekosistem reka cipta bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Dapat dilihat dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Ryota Takeda, melakukan upacara penandatanganan dokumen kerja sama Memorandum of Cooperation (MoC) yang dilaksanakan secara virtual.

Mendikbud, Nadiem menjelaskan latar belakang kerja sama ini yaitu persamaan tujuan teknologi reka cipta yang dimiliki oleh Indonesia dan Jepang dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang dapat bersaing secara global.

Sejak tahun 2014, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang telah mengembangkan program INNO-vation HUB. Program INNO-vation HUB ini memiliki tujuan untuk memacu inovasi dengan menciptakan terjadinya perubahan teknologi yang terdisrupsi di Jepang, atau inovasi lama digantikan dengan inovasi baru.

Ide-ide unik dikumpulkan untuk Implementasi dan realisasi dalam upaya mengubah inovasi lama menjadi inovasi baru di Jepang merupakan tujuan dari program ini. Program ini memiliki hubungan erat dengan kebijakan Merdeka Belajar.

Nadiem menjelaskan, Kampus Merdeka merupakan suatu konsep yang bertujuan memperkuat lulusan agar dapat siap untuk bekerja, gesit, dan berorientasi masa depan melalui kemitraan yang kuat dengan industri dan membuat inovasi antara universitas dan industri.

Dalam siaran pers secara virtual, Rabu (9/12) Nadiem mengatakan, “Diperlukan kolaborasi dan kerja sama antara sektor pendidikan dan sektor industri untuk menciptakan sebuah reka cipta, sehingga dapat meningkatkan produksi dan distribusi di sektor domestik maupun global,”

Ia juga menambahkan jika saat ini Kemendikbud telah merancang sebuah platform digital yang akan menjadi wadah bertemunya reka cipta/inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri. Platform ini dinamakan Kedai Reka.

Platform Kedai reka dibuat untuk membangun ekosistem Kampus Merdeka dengan harapan akan menjadi tempat berkolaborasi dalam pertemuan antara perguruan tinggi dengan dunia industri sebelum mengajukan hibah Matching Fund, lanjutnya.

Disepakatinya kerja sama kerja sama ini, harapan Nadiem adalah dapat memberikan dampak positif bagi SDM untuk perkembangan industri kedua negara.

Sependapat dengan Nadiem, Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Ryota Takeda mengatakan mulai saat ini kedua negara akan bekerja sama untuk menciptakan industri global dengan mempromosikan dan mendukung SDM yang dapat melahirkan inovasi disruptif.Melalui kerjasama ini, dilakukan untuk bertukar SDM (inventor dan inovator, profesor dan mahasiswa), bekerjasama dalam program sarjana dan pascasarjana, menghubungkan hub jaringan INNO-vatio.n dengan Kedaireka, melibatkan perusahaan dengan universitas, baik dari Indonesia maupun Jepang.

Terlebih lagi sudah ada beberapa mitra program INNO-vation yang menerima magang Indonesia dan ada pula yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Sumber : sindonews.com
About Kartika Trissanti 97 Articles
A Head Full of Dreams

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*