Enam PTS di Sulsel Masih Bersoal

aptisi.or.id, Tangerang – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) merilis, ada 32 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia yang bersoal dan berstatus pembinaan. Dari angka itu, enam diantaranya berada di Sulawesi Selatan dan dibawahi Kopertis Wilayah IX Sulawesi. 

PTS tersebut masing-masing Universitas Karya Dharma Makassar, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPUP, STIKES Baramuli, ATI Dewantara Palopo, Akbid Bambapuang Prima Persada, serta Akbid Graha Rabita Anugerah.

Koordinator Kopertis Wilayah IX Prof Jasruddin mengatakan, keenam PTS tersebut masing-masing memiliki masalah dan kendala yang berbeda. Karenanya, masih berstatus pembinaan oleh Kemenristekdikti.

Seperti Universitas Karya Dharma Makassar, yang tersangkut masalah pengelolaan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Sedangkan kemelut kampus STIE YPUP Makassar, tersandung persoalan masalah konflik yayasan.

Prof Jasruddin menegaskan, Kopertis hanya melakukan tugas dan perpanjangan tangan dari kementerian untuk melakukan pembinaan terhadap keenam kampus yang mempunyai masalah. Sebagian dari PTS tersebut telah mengupayakan memperbaharui statusnya.

“Benar mereka sedang dalam status pembinaan, karena dinilai tidak mampu mengatasi masalah dan yang bertentangan dengan kebijakan dari Kopertis. Kalau mereka mampu mematuhi itu, kita akan cabut status pembinaannya,” ujar Prof Jasruddin.

Lanjutnya, data pelaporan tahun 2017/2018 untuk STIKES Baramuli, jumlah dosen tetap 26 orang dan jumlah mahasiswa yang belum dilaporkan, rasionya 1:0. Untuk ATI Dewantara Palopo dengan jumlah dosen tetap 3 orang dan jumlah mahasiswa yang belum dilaporkan, rasionya 1:0.

Sedangkan Universitas Karya Dharma Makassar, Akbid Bambapuang Prima Persada dan Akbid Graha Rabita Anugerah, belum diketahui jumlahnya sebab masih dalam verfikasi. Sementara STIE YPUP Makassar sendiri jumlah dosen tetap 62 orang dan jumlah mahasiswa yang belum dilaporkan, rasionya 1:0.

“Sekarang dalam proses untuk dibuka kembali. Untuk STIE YPUP sendiri sebenarnya sudah tidak ada masalah lagi, karena mereka sudah islah, tinggal dibuka. Sedangkan yang lain masih dalam verifikasi data jumlah dosen dan mahasiswa,” jelas Sekretaris Pelaksana (Sekpel) Kopertis IX Sulsel Dr Hawignyo yang dihubungi terpisah, Senin (2/4).

Menurut Hawignyo, untuk masalah Universitas Karya Dharma Makassar, statusnya dalam pembinaan diakibatkan pihak kampus melakukan wisuda tanpa sepengetahuan kopertis. Karenanya, pihak kementerian mencabut izin status aktifnya hingga melaksanakan seluruh kebijakan kementerian dan Kopertis IX.

“Untuk STIE YPUP sudah diusulkan ke kementerian untuk dibuka. Kalau Karya Darma, sampai sekarang belum melaporkan jumlah wisuda yang ia lakukan tanpa sepengetahuan kementerian dan kopertis, sehingga belum diverifikasi. Jadi semua dalam proses diperbaiki,” ujarnya.

Sumber : DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*