Kuliah Tatap Muka Dibatasi Karena Pandemi COVID-19, Begini Cara Universitas Indonesia Melaksanakan UTS dan UAS

Tangerang, aptisi.or.idUniversitas Indonesia akan membuat kebijakan baru terkait Pandemi COVID-19 atau Virus Corona, dengan memberlakukan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) dalam bentuk online exam dan soal kasus kepada mahasiswa selama menjalani kuliah jarak jauh.

Hal ini telah disampaikan oleh Sekretaris Universitas Indonesia, Agustin Kusumayati saat jumpa pers di Depok, Jawa Barat, Sabtu 14 Maret 2020.

Agustin mengatakan, hal ini dilakukan untuk meminimalisir kegiatan mencontek pada saat ujian. Menurutnya, pihak Universitas telah menyiapkan sejumlah cara agar mahasiswanya tidak mencontek saat melaksanakan ujian online.

“Kemudian ada ujian soal kasus. Kami berikan kasus dan kemudian ini jadi tugas yang harus mereka kerjakan masing-masing mahasiswa,” ujar Agustin.

Soal yang diberikan akan berupa kasus yang berbeda, atau soal dengan kasus yang sama namun dengan pertanyaan yang berbeda. Dengan demikian, mahasiswa akan dipaksa untuk memecahkan pertanyaan dari soal studi kasus yang diberikan tersebut.

“Jadi bisa online exam atau memang ujian yang take home. Kalau kuliah pascasarjana banyak yang online exam” ujarnya lagi

Namun, hal ini tidak menampik bahwa mahasiswa bisa mencontek saat mengerjakan soal ujian di rumah. Menurutnya, pihak UI sudah meminimalisir hal tersebut.

Adapun sistem pembelajaran online yang dilakukan berupa EMAS, atau E-Learning Management System. EMAS merupakan aplikasi yang dapat diakses melalui komputer, laptop ataupun telepon genggam. Untuk dapat mengakses aplikasi ini, mahasiswa harus terhubung dengan internet dan mengakses web browser yang tersedia.

Universitas Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor: SE-703/UN2.R/OTL.09/2020 Tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19 di Lingkungan Universitas Indonesia yang diterbitkan pada Jumat (13/3/2020) dan ditandatangi oleh Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro

Keputusan untuk mengubah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diputuskan sejak hari Rabu, 18 Maret 2020 hingga berakhirnya Semester Genap Tahun Ajaran 2019/2020.

Pimpinan fakultas dan program studi diminta untuk memberikan dukungan terhadap para dosen terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

Kegiatan KBM yang terselenggara dalam bentuk praktik seperti praktik laboratorium, praktik klinik, praktik di industri, dan praktik diberbagai institusi, terlebih dahulu dipastikan bahwa tempat-tempat praktik tersebut menerapkan upaya pencegahan penularan infeksi COVID-19.

Pimpinan Fakultas dan Program Studi dapat melakukan penjadwalan ulang penyelenggaraan praktik-praktik tersebut disesuaikan dengan perkembangan keadaan.

Sumber : KOMPAS.com

best free website hit counter

About Kartika Trissanti 44 Articles
A Head Full of Dreams

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*