WHO Umumkan COVID-19 Sebagai Pandemi. Bagaimana Cara Pencegahan Penularan Virus Tersebut?

Tangerang, aptisi.or.id – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus secara resmi mengumumkan virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi, Rabu 11 Maret 2020.

Mengapa disebut Pandemi bukan Wabah?

Pandemi terjadi jika suatu penyakit menular tersebar dengan mudah dari manusia ke manusia di berbagai tempat di seluruh dunia. Sedangkan wabah adalah istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang, maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut.

Apa itu Corona Virus?

Novel Corona Virus 2019 adalah virus jenis baru. Penyakit ini pertama kali teridentifikasi di Wuhan, China. Virus ini dinamai 2019-nCoV atau disebut dengan Virus Corona 2019. Virus ini merupakan virus baru yang termasuk dalam keluarga virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan beberapa jenis flu biasa.

Bagaimana virus COVID-19 menyebar?

Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita yang telah terjangkit virus ini. Yaitu dengan tetesan partikel yang dihasilkan ketika batuk atau bersin, kemudian orang lain tidak sengaja menyentuh permukaan yang terkontaminasi dengan virus. Virus ini dapat bertahan hidup selama beberapa jam, tapi dengan desinfektan sederhana dapat membunuhnya.

Apa saja gejala Corona Virus?

Gejala umum yang biasa terlihat adalah demam dengan suhu tubuh tinggi, batuk, dan sesak nafas. Dalam kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia atau kesulitan bernafas. Pada kasus yang lebih fatal dapat terjadi jika penderita juga memiliki riwayat penyakit lain.

Gejala ini mirip dengan flu biasa (influenza). Itulah sebabnya sulit membedakan bahwa seseorang terinfeksi virus corona atau tidak. Maka dari itu diperlukan tes kesehatan jika telah muncul gejala-gejala seperti yang disebutkan.

Bagaimana agar terhindar dari resiko Infeksi?

Sejauh ini, ada 5 tindakan pencegahan yang dapat kita lakukan untuk menghindari infeksi:

  1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Terutama setelah menyentuh benda-benda yang sering dipegang.

2. Hindari untuk menyentuh area sensitif pada wajah seperti mata, hidung, dan mulut

3. Tutup mulut ketika batuk atau bersin menggunakan lipatan siku atau dengan tisu

4. Jauhi tempat umum dan keramaian. Minimal jarak 1 meter dengan orang yang sedang flu untuk terhindar dari kontak langsung

5. Hubungi kontak perawatan media ketika sudah mulai menunjukkan gejala demam, batuk atau sakit flu.

Sumber : unicef.org

 


best free website hit counter

About Kartika Trissanti 53 Articles
A Head Full of Dreams

1 Comment Posted

  1. Someone essentially help to make seriously posts I would state. This is the very first time I frequented your web page and thus far? I surprised with the research you made to create this particular publish extraordinary. Fantastic job!

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*