Perhimpunan Pelajar Indonesia Memberikan 8 Rekomendasi Untuk Pemerintah Dalam Menangani Pandemi Corona

Tangerang, aptisi.or.id – Mengingat dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia membuat surat terbuka untuk Pemerintah. Surat tersebut berisi kebijakan mengenai penanggulangan virus Covid-19.

Fadlan Muzakki selaku Koordinator PPI Dunia periode 2019/2020 mengatakan “Sesuai konstitusi PPI Dunia, kami mempunyai tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia. Dengan adanya wabah COVID-19 ini, kami tergerak untuk menawarkan sumbangsih berupa gagasan mahasiswa Indonesia di luar negeri dalam melawan wabah COVID-19 di Indonesia,”

Surat terbuka tersebut berdasarkan hasil pembahasan oleh 57 PPI negara yang terbagi dalam 3 kawasan yakni Kawasan Asia-Oceania, Amerika-Eropa, dan Timur Tengah-Afrika. Masing-masing diantara mereka memberikan masukan dari berbagai aspek.

Muhammad Iksan Kiat selaku Kepala Pusat Kajian dan Gerakan PPI Dunia menyampaikan surat terbuka berisi 17 butir yang berisi rekomendasi kebijakan dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, hubungan luar negeri, informasi masyarakat, pertahanan, dan keamanan yang dapat dipertimbangkan untuk mempercepat proses penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, Iksan Kiat selaku mahasiswa S2 Teknik Gas dan Ekonomi Migas di Gubkin Russian State University, Rusia mengatakan bahwa tantangan besar pemerintah adalah realita kebijaksanaan dan memerlukan koordinasi yang kompak dengan pemerintah serta pihak-pihak yang terkait dengan penanggulangan Covid-19.

“Pemerintah dituntut untuk mampu melakukan pemantauan secara berkala, kontinyu, dan menyeluruh sampai ke tingkat akar rumput.”  tambahnya lagi.

Sebelumya, Perhimpunan Pelajar Indonesia juga mengapresiasi tindakan pemerintah dalam rangka melaksakan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudag mulai diterapkan disejumlah daerah di Indonesia.

“PPI Dunia sangat mendukung kebijakan tersebut karena sesuai dengan rekomendasi WHO untuk melakukan physical distancing demi meminimalisir penyebaran COVID-19,” ujar Fadlan Muzakki, mahasiswa S3 Politik Internasional di Fudan University, China.

Berdasarkan perilisan Surat terbuka PPI untuk pemerintah, berikut adalah 8 rekomendasi dalam menangani pandemi covid-19 yang ditujukan :

1. Realokasi Dana Pemerintah

Dari sisi ekonomi, PPI Dunia merekomendasikan adanya realokasi dana pemerintah yang dianggap tidak mendesak untuk dialihfungsikan ke penanggulangan Covid-19. Selanjutnya, PPI Dunia juga mendorong pemerintah untuk memastikan insentif dan stimulus ekonomi kepada sektor dunia usaha dan masyarakat terdampak. Serta mengajak berbagai unsur masyarakat untuk ikut mengawasi aliran dana pemerintah ke masyarakat.

2. Perhatian untuk Diaspora

Kedua, dari aspek luar negeri, PPI Dunia mendorong Kementerian Luar Negeri untuk aktif memperhatikan kondisi diaspora Indonesia di luar negeri. Khususnya perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri sesuai peraturan yang berlaku.

3. SOP dan Insentif Kesehatan

Ketiga, dari sisi kesehatan, PPI Dunia mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memastikan standard operating procedure (SOP) pelayanan dan penanganan terhadap ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

PPI Dunia juga memberi masukan kepada Kementerian Kesehatan untuk memberi tambahan insentif dan tunjangan kepada tenaga kesehatan sesuai kapasitas anggaran yang tersedia. PPI Dunia juga merekomendasikan metode swab test (PCR) untuk dilakukan secara masif untuk masyarakat.

4. Memberantas Hoaks

Keempat, dari segi informasi masyarakat melalui media sosial, PPI Dunia mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Kominfo RI untuk aktif mengawasi penyebaran berita fiktif mengenai COVID-19 yang berpotensi membuat masyarakat menjadi panik dan melakukan tindakan yang tidak diinginkan.

5. Prosedur Kebijakan Tindakan

Kelima, dari sisi keamanan, PPI Dunia mendukung pihak kepolisian untuk melakukan tindakan prosedural kepada pihak-pihak yang masih berkerumun dalam satu tempat dengan tujuan yang tidak jelas.

Pihak kepolisian dapat membubarkan dan memberi sanksi berupa hukuman kerja sosial dengan tetap memperhatikan hak-hak sipil dan keselamatan masyarakat.

6. Rencana Kontigensi

Keenam, dari aspek pertahanan, PPI Dunia mendorong pemerintah untuk menyiapkan rencana kontingensi (contingency plan) terhadap segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi ketika Covid-19 sedang berlangsung maupun sudah dianggap selesai. PPI Dunia memberi masukan kepada pemerintah untuk menggunakan pendekatan ancaman negara (nation threat) dalam menyusun strategi mitigasi terhadap aspek-aspek strategis negara.

7. Ketersedian Produksi APD

Ketujuh, PPI Dunia memberi masukan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, korporasi swasta, perguruan tinggi, dan LIPI untuk bersama-sama menggerakkan berbagai macam industri nasional untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dan alat-alat kesehatan untuk kepentingan Covid-19.

8. Penelitian dan Riset Internasional

Selain itu, PPI Dunia berharap kepada pihak-pihak yang disebutkan sebelumnya agar memberi kesempatan dan dukungan kepada peneliti, akademisi, dan ilmuwan Indonesia untuk melakukan kolaborasi penelitian dengan lembaga riset internasional dalam mengembangkan vaksin Covid-19.

“PPI Dunia mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam melawan pandemi Covid-19 di Indonesia. Mudah-mudahan wabah ini segera selesai. Doa kami selalu menyertai pihak-pihak yang menjadi garda terdepan dalam memerangi Covid-19,” kata Fadlan Muzakki, Koordinator PPI Dunia.

Sumber : KOMPAS.com

hit counter

About Kartika Trissanti 70 Articles
A Head Full of Dreams

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*